Indikator Sukses Dunia

August 14, 2008

Gambaran sukses negeri dunia menurut beberapa buku dan ensoklopedia bahwa kesuksesan manusia di dunia dikelompokkan menjadi 14 bagian berikut:

1. Peningkatan pekerjaan dan karir ( ‘amal),

2. Kesehatan (qowiyul jism) dan kenikmatan hidup,

3. Peningkatan keuangan dan rasa aman (qodirun ‘ala kasb),

4. Keteguhan hati dan kepercayaan diri (mati’nul khuluq),

5. Kepribadian dan pergaulan dengan orang lain (ukhuwah),

6. Kebahagian dan kedamaian akal budi (akal sehat),

7. Pengembangan diri dan pendidikan diri (mutsaqoful fikr),

8. Sasaran dan arah hidup, serta keteraturan program diri (munadzom fi syu’nihi),

9. Disiplin diri dan penguasaan diri (mujahiduna linafs),

10. Cinta dan kehidupan keluarga,

11. Kaidah emas dan tanggung jawab (haritsun ‘ala waqtihi),

12. Kawan dan persahabatan,

13. Matang secara alturistik (bermanfaat bagi orang lain-nafiun lighoiri) dan menjadi tua secara mulus,

14. Kemampuan mengaitkan hidup dengan kematian (ketenangan bathin kebenaran jiwa).

Peluang atau opportunities adalah sesuatu yang dapat memberikan kebaikan untuk kita. Orang yang memiliki motivasi tinggi umumnya akan selalu mencari peluang.

Gambar Sukses Dunia Dalam Skala Komunitas

Ummat terbaik yang dilahirkan untuk ummat manusia perlu diwujudkan dalam bentuk pilar-pilar islam berikut, yaitu:

  1. Menghormati dan menghargai manusia beserta seluruh kebebasan yang dimilikinya.
  2. Menghormati akal manusia dan membebaskannya dari belenggu taklid (mengikut tanpa ilmu).
  3. Menghargai dan memperhatikan ilmu pengetahuan serta menopang kemajuan hingga mencapai batas kemampuan akal.
  4. Mendorong manusia agar selalau melaksanakan kewajiban-kewajiban mereka dan memberi bantuan dalam pelaksanaannya.
  5. Menjadikan keluaraga sebagai satu kesatuan dari masyaraakat dan menjernihkan interkasi social dari segala hal yang negatif serta destruktif.
  6. Mengumandangkan keadilan, kebaikan dan permusyawaratan.
  7. Berperilaku baik kepada non muslim
  8. Menyelenggarakan tarbiyah islamiyah secara kontinyu di sekolah, masjid dan masyarakat luas hingga akhir hayat.
  9. Muamalah yang baik sengan alam sekitar yang telah diciptakan Allah sebagai kenikmatan bagi seluruh manusia.
  10. Berbuat kebaikan sebagai bekal menuju kematian.

Ali Abdul Halim Mahmud, 2000. Pendidikan Ruhani. Jakarta: Gema Insani Press.

Hal-hal itulah yang seharusnya kita capai, sehingga kita harus mencurahkan segala kekuatan dan potensi yang kita miliki untuk maslahat dunia.

Oleh: BS Wibowo TRUSTCO Jakarta