Merajut Takdir dengan Kekuatan Pikiran

April 29, 2008

Resensi oleh: n. mursidi *)

Judul buku : 5 Aturan Pikiran
Penulis : Mary T. Browne
Penerbit : GPU, Jakarta
Cetakan : Pertama, 2008
Tebal buku : 266 halaman

Tuhan menganugerahi hadiah istimewa buat manusi berupa akal (rasio). Tidak disangsikan, kalau manusi merupakan satu-satunya makhluk mulia di muka bumi ini Dengan akal itu, manusia kemudian bisa berpiki tentang masa depan, bercita-cita untuk menjadi ap yang diinginkan, merajut mimpi bahkan mengubah takdi atas jalan hidup yang ingin dipilihnya di kela kemudian hari

Tetapi “kekuatan pikiran” (sebagai watak akal) yan dihadiahkan Tuhan itu ternyata tak sepenuhny dimanfaatkan dengan baik oleh sebagian besar uma manusia. Tak pelak, banyak orang tidak memaham kekuatan pikiran, dan efeknya terhadap kehidupan Padahal, kalau kekuatan pikiran itu dikelola denga baik, dan kemudian diselaraskan dengan jiwa –yan dibimbing oleh Daya Ilahi– maka tak mustahil setia apa yang diinginkan manusia, bisa diwujudkan. Denga kata lain, manusia dapat mengukir takdirnya denga memanfaatkan kekuatan pikiran

Tesis itulah yang digemakan Mary T Browne dalam buku Aturan Pikiran ini. Ditulis berdasarkan pengalama Browne -yang sudah bertahun-tahun menjadi seoran cenayang hebat-, tentu buku ini bukan sekadar susuna aturan mengenai pikiran melainkan juga telah teruj dan terbukti untuk bisa dimanfaatkan. Tak mustahil dalam buku ini Mary T. Browne berpesan “Berhati-hatilah dengan apa yang Anda pikirkan.

Karena bagi Browne, pikiran merupakan getaran, gaya energi, kekuatan kreatif dan bahkan ruh. Pikira adalah energi dahsyat yang menciptakan bentuk da getaran bahkan bisa menciptakan realitas. Jika pikira itu difokuskan dan diulang-ulang, maka seirin perjalanan waktu, akan mewujudkan sabuah gambara tentang realitas (dari apa yang diinginkan seseorang)

Tentu dalam memanfaatkan kekuatan pikiran itu, Brown tak semata-mata hanya mendasarkan aspeks kekuata manusia belaka, dan menafikan campur tangan Tuhan. D balik kekuatan pikiran itu, sebagaimana dikemukaka Browne, pikiran harus diselaraskan dengan keberadaa jiwa (di bawah bimbingan Daya Ilahi yang selal menunggu untuk membantu umat manusia). Denga bimbingan Daya Ilahi itu pikiran mendapatkan kekuata untuk mewujudkan impian manusia

Jadi, setiap “segi kehidupan”, kesehatan, keuangan asmara, pekerjaan dan kebahagiaan manusia tergantun pada pikiran dan tindakan yang muncul dari pikiran Lantas, bagaimana agar segi kehidupan tersebut bis terwujud menjadi kenyataan sebagaimana yang diinginka oleh manusia? Browne, menyusun 5 aturan pikiran yan harus dijalankan jika dia ingin memperoleh “apa yan diinginkan” dalam hidup ini

Pertama, memutuskan keinginan (dalam bahasa Mary Browne, Anda harus menentukan apa yang Anda inginkan) Kedua, membangun visualisasi pikiran atau meliha perkara itu terlaksana (melihat hal itu tela terjadi). Gambaran dari pikiran itu difokuskan pad “sasaran yang telah selesai” bukannya pada setia langkah yang mengarah pada sasaran itu

Ketiga, Jangan ragu-ragu. Karena, dalam setia keinginan tak mustahil aral dan halangan akan menjad penghambat sehingga membuat orang itu bimbang. Tapi kehendak yang kuat akan selalu menjadikan oran menemui kesuksesan. Dan orang yang sukses, tak perna kehilangan akal dan cara untuk mewujudkan mimpi da keinginannya menjadi kenyataan. Sebab itu, atura keempat harus ditunjang dengan keyakinan yang kua untuk terus melangkah dan tetap teguh

Adapun aturan kelima, adalah ketekunan. Karena ketekunan “membangun” kekuatan gagasan. Meskipu keinginan yang ingin diraih itu terlalu tinggi da nyaris tak mungkin bisa diwujudkan, tidak mustahil seiring dengan perjalanan waktu ketekunan itu aka membuat impian yang mustahil seperti punya aparteme mewah, mobil bagus, pekerjaan baru yang menjanjikan cinta sejati, sehat dari penyakit bisa menjad kenyataan

Jika gagasan dikendalikan dengan tepat, pikira dikelola dengan benar dan jiwa diselaraskan denga Daya Ilahi, tak mustahil manusia bisa “mengukir” mas depannya sebagaimana yang dia inginkan. Sayangnya sebagian besar orang sudah terlanjur berpikiran sempi dan beranggapan, masa depan orang itu suda ditakdirkan oleh Tuhan

Padahal, menurut Mary T Browne, hidup manusia ta seperti itu. Karena masa depan setiap orang dapa diubah dengan “kekuatan pikiran”. Tentu, denga pikiran yang dikelola dengan benar, tak berpikir dala gejolak emosional yang diliputi dendam, pikiran yan negatif atau destruktif. Karena dengan kekuata pikiran yang sejalan dengan Daya Ilahi, manusia dapa mengubah masa depannya. Karena, masa depan oran ditentukan cara orang berpikir dan bertindak. Denga mengubah pikirannya, tak mustahil seseorang itu bis mengubah takdirnya

Tak disangsikan, buku ini serasa mencuci pikiran pici sebagian besar orang yang menganggap takdir manusi sudah ditentukan di atas langit sana. Di sisi lain buku ini memiliki “pretensi” bukan sekadar menyadarka kita semua untuk memahami konsep “takdir”, konsep mas depan dan bahkan kekuatan pikiran yang selama in dianggap tak bisa mengubah impian kita jadi kenyataan tetapi juga menuntun kita memanfaatkan kekuata pikiran yang tidak dinafikan sebagai kado istimew dari Sang Pencipta

Dilengkapi dengan pengalaman Browne yang suda bertahun-tahun menjadi cenayang yang kerapkal mengubah nasib banyak orang yang sempat berkonsultas kepadanya –dengan disertai problem hidu masing-masing–, tentu buku ini tak sekadar menawarka aturan dan teori kosong melainkan menjadi sebua referensi dan bukti nyata dari kekuatan pikiran Karena, buku ini mengajarkan bagaimana mewujudka impian (menjadi kenyataan) dengan kekuatan pikiran.**

*) n. mursidi, alumnus Filsafat UIN, Yogya