Proses Mendapatkan Inspirasi dari Pelajaran Al Qur’an
May 1, 2008
“Dan sesungguhnya telah kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (54:17).
Pelajaran Al Qur’an, dari wahyu pertama “Iqro” yang menjadi kerangka dalam membaca kehidupan, Al Fatihah membuka jalan sukses dan harus menjadi komitmen dalam menjalani kehidupan. Al Baqaroh langkah awal menjalani kehidupan penuh berkah kebaikan taqwa, Perjalanan kehidupan adalah ujian dan perjuangan mencapai kesuksesan kebahagiaan yang hakiki dengan panduan dan penjabaran Al Qur’an dan Tuntunan sunnah Rasul, bergerak dengan iman, islam dan ihsan. Kemenangan didapatkan karena pertolongan Allah tasbih dan istigfar senantiasa terhujam dalam ucapan dan tindakan sukses hingga akhirnya seluruh langkah terwujud dalam keihklasan yang terangkum dalam al ihklas. Al Falaq dan annas menutup dengan perlindungan total.

(Al Fatihah 7 ayat dijabarkan dalam “gerak” sukses dalam kehidupan layaknya thawaf)
1. Membaca “iqro” ayat qauliyah dan kauniyah mendapatkan kesadaran wacana sukses (nikmat) yang Allah berikan kepada manusia, kesadaran yang membuat kita semakin bersyukur atas limpahan karunia nikmat. Hal ini akan membuat kita berubah untuk semakin bersyukur yakin dan semakin tunduk sujud dan mendekat kepada Allah SWT. Inilah kesadaran Tauhid. Dalam bahasa manajemen hal tersebut kita sebut sebagi proses menjadi pembelajar selanjutnya akan menghasilkan kesadaran dan perubahan.
2. Membaca Al Qur’an, diawali dengan pembuka Al Fatihah. Dengan berbasis surat Al Fatihah mendapatkan inspirasi 7 pembuka sukses, menemukan rumus sukses. Kerangka fikir yang membuka jalan agar manusia mengikuti petunjuk sukses. Selanjutnya aplikasi dari pembuka sukses Al Fatihah dijabarkan dalam ayat-ayat Al Qur’an. Mari kita komitmen dengan menghujamkan langkah pembuka sukses. Dimulai dari meraih Visi, Menyadari dan melejitkan potensi, Mengambil Peluang dan menciptakan peluang sukses. Lalu Senanriasa memotivasi diri kita, meneguhkan peran dan Misi Kita. Lalu membuat Strategi & Perencanaan diri meraih sukses. Akhirnya semua harus kita wujudkan dengan Bergerak. Mewujudkan sukses pribadi dan akhirnya berada di puncak karir dengan keteladanan menggerakkan & menyukseskan orang lain dalam rangka melestarikan dan memasalkan Sukses.
3. Bergerak, Total Action melaksanakan Al Qur’an dan tuntunan Rasulullah SAW. Dimulai dari menentukan ukuran kebenaran hakiki (Al Qur’an) & menentukan ukuran orang sukses. Total action tersebut tergambar dalam Rukun Iman, Rukun Islam dan Ihsan. Untuk mewujudkan sebagai manusia yang Hanif, Sholeh dan Taqwa. Dalam bahasa manajemen menjadi orang profesional, yaitu bekerja dengan kekuatan keyakinan, kekuatan amal dan kekuatan kualitas. Kemenangan dan kejayaan hanyalah dari Allah SWT. Sekali lagi kuncinya adalah tauhid.
4. Akhirnya sukses yang diraih harus dipertahankan, diperlukan konsistensi dari setiap amal. Apabila kita telah melakukan kegiatan yang dilandasi oleh panduan yang meyakinkan, yang bersandar pada nilai2 yang diyakini. Ikhtiar optimal kemudian tawaqal kepada Allah SWT pemilik segala kekuasaan. Allah tempat menggantngkan harapan dan tempat berlindung dari segala penyebab kegagalan baik eksternal maupun dari internal diri kita sendiri dari godaan syetan dan nafsu.
5. Kemudian sukses harus ditingkatkan, Insya Allah hari esok lebih baik dari hari ini dan hari ini lebih baik dari kemaren. Peningkatan sukses yang berkelanjutan dangan bersyukur. Berusaha untuk lebih baik, adalah upaya agar sukses selalu berlipat, lestari dan masal. agar Sukses berkelanjutan.
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. (5:3)
Mari Bergerak lebih sukseskan diri dengan berkomitmen pada Al Fatihah yang kita ucapkan berulang, minimal 17 kali dalam sehari.


