Ruqyah Syar’i Berlandaskan Kearifan Lokal

June 26, 2008

RUQYAH SYAR’I SEBAGAI PSIKOTERAPI INDIGENOUS

( BERLANDASKAN KEARIFAN LOKAL)

Dra. R. Anggraini, Msi, Psikolog*

ABSTRAK

Maraknya berbagai terapi alternatif yang menjanjikan problem solving secara “spektakuler”, khususnya metode terapi Ruqyah dan fenomena nyata larisnya terapi tersebut menunjukkan betapa besar penghargaan dan kepercayaan masyarakat terhadap model terapi ruqyah, tetapi tidak semua terapi ruqyah dilakukan dengan cara yang sama, sehingga dikhawatirkan berbagai penyimpangan terjadi dan dapat membahayakan masyarakat pengguna. Di sisi lain berkembangnya paradigma holistik dalam psikoterapi, menunjukkan teori dan praktek psikoterapi model Barat yang sekuler tidak dapat diimitasi dan diaplikasikan begitu saja pada masyarakat Indonesia yang beragam budaya dan 80 persen beragama Islam. Perlu dilakukan kajian ilmiah untuk menemukan dan sekaligus menghargai model terapi yang telah terpercaya dan diterima masyarakat, sehingga didapatkan suatu model terapi yang berlandaskan kearifan lokal dan nilai-nilai yang sesuai dan khas budaya Indonesia yang relijius.

Penelitian ini dilakukan pada empat (4) tempat terapi ruqyah yang berada di Cibubur, Bekasi, dan Semarang. Pengumpulan data melalui studi kepustakaan, survey, observasi dan wawancara pada terapis (praktisi) Ruqyah, disertai dengan pemeriksaan psikologi pada 10 orang klien yang remaja dan dewasa. Metode penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif, dan analisis psikologis.

Hasil penelitian menunjukkan ada dua macam Ruqyah yaitu syari’ah dan syirkiyah. Terapi Ruqyah syari’ah efektif untuk kasus-kasus stres, psikosomatik, dan metafisik bagi pasien muslim dan hanya bisa dilakukan oleh terapis muslim yang kuat akidahnya. Dengan demikian terapi Ruqyah dapat dikatakan sebagai satu model psikoterapi yang indigenous berparadigma holistik-islami. Penelitian selanjutnya menghasilkan panduan teknis pelaksanaan dan etika terapi ruqyah, serta syarat untuk menjadi terapis.

*) Mahasiswa Pasca Sarjana Program Doktor, Psikologi Klinis UGM, dosen Unissula

Pindah halaman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9